Aska – Komunikasi FEB UI
Depok, 13 Juli 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) menggelar sidang terbuka promosi doktor Putu Angga Widyastaman di Ruang 401–403, Lantai 4 Gedung Pascasarjana FEB UI, Depok, pada Senin (13/7).
Sidang terbuka promosi doktor ini diketuai oleh Prof. Nachrowi Djalal Nachrowi, Ph.D. dengan Prof. Dr. Djoni Hartono sebagai Promotor, Khoirunurrofik, Ph.D. sebagai Ko-Promotor I, dan Dr. Irfani Fithria Ummul Muzayanah sebagai Ko-Promotor II. Bertindak sebagai Ketua Penguji adalah Rus’an Nasrudin, Ph.D., dengan anggota penguji Chaikal Nuryakin, Ph.D., M. Halley Yudhistira, Ph.D., Dr. Paksi C.K. Walandouw, dan Adiwan Fahlan Aritenang, Ph.D.
Pada sidang terbuka tersebut, Putu Angga Widyastaman mempertahankan disertasi berjudul “Gentrification and Crime in Indonesia“ yang mengkaji bagaimana proses gentrifikasi di Indonesia tidak hanya mendorong transformasi kawasan perkotaan, tetapi juga mendistribusikan ulang berbagai risiko sosial, seperti kejahatan, kekerasan kolektif, dan aktivitas termarginalkan.
Penelitian ini menggunakan tiga kajian empiris untuk menganalisis hubungan gentrifikasi dengan viktimisasi kejahatan properti, kekerasan kolektif, serta persebaran lokasi prostitusi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya rumah tangga migran yang relatif lebih sejahtera dan berpendidikan berasosiasi positif dengan meningkatnya viktimisasi kejahatan properti, sementara hubungan dengan kejahatan kekerasan belum menunjukkan bukti yang konklusif. Selain itu, gentrifikasi multidimensional ditemukan berkaitan dengan meningkatnya kekerasan kolektif akibat perubahan akses terhadap lahan, ruang publik, dan peluang ekonomi.
Penelitian ini juga menemukan bahwa gentrifikasi komersial, khususnya melalui peningkatan kepadatan hotel dan penginapan di kawasan metropolitan, berkaitan dengan menurunnya keberadaan prostitusi di wilayah setempat, tetapi meningkatkan keberadaannya di wilayah sekitar. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kawasan komersial cenderung memindahkan aktivitas termarginalkan ke lokasi lain, bukan menghilangkannya.
Secara keseluruhan, disertasi ini menegaskan bahwa gentrifikasi di Indonesia tidak menghasilkan dampak yang seragam, melainkan mengubah distribusi risiko sosial antarwilayah. Oleh karena itu, pembangunan perkotaan perlu disertai perencanaan yang inklusif, perlindungan sosial, tata kelola yang peka terhadap konflik, serta evaluasi terhadap perpindahan risiko sosial agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Dengan demikian, dewan pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan bahwa Putu Angga Widyastaman lulus dengan predikat Cumlaude serta berhasil meraih gelar Doktor ke-157 Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Putu Angga Widyastaman!

