Rayya – Komunikasi FEB UI
Depok, 14 Juli 2026 – Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PPIE FEB UI) menggelar sidang terbuka Promosi Doktor Wulan Isfah Jamil yang berlangsung di lantai 4 Gedung Pascasarjana FEB UI Depok pada (14/7).
Sidang terbuka promosi doktor ini diketuai oleh Prof. Nachrowi D. Nachrowi, Ph.D. dengan pembimbing Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D. (Promotor), Maria Goreti Arie Damayanti, Ph.D. (Ko-Promotor 1) dan Diah Widyawati, Ph.D. (Ko-Promotor 2). Adapun tim penguji terdiri atas I Dewa Gede Karma Wisana, Ph.D. (Ketua Penguji), dengan anggota penguji Chaikal Nuryakin, Ph.D., Prani Sastiono, Ph.D., Rizki Nauli Siregar, Ph.D., dan Prof. Devanto Shasta Pratomo, Ph.D.
Promovendus Wulan Isfah Jamil mengangkat disertasi berjudul “Routine-Biased Technological Change in Indonesia’s Dual Economy: Inequality and Worker’s Reallocation” pada sidang terbuka promosi doktor ini. Penelitian ini mengkaji hubungan antara penyesuaian berbasis teknologi (routine-biased technological change/RBTC) dengan ketimpangan upah serta penyesuaian pasar tenaga kerja di Indonesia, khususnya dalam melihat bagaimana perubahan struktur pekerjaan memengaruhi peluang ekonomi kelompok pekerja yang berbeda.
Penelitian ini menganalisis bagaimana otomatisasi dan perubahan teknologi memengaruhi dinamika pekerjaan melalui dua aspek utama, yaitu ketimpangan dalam pekerjaan formal serta proses penyortiran tenaga kerja antar kategori pekerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pekerjaan akibat perubahan teknologi tidak secara otomatis menghasilkan penurunan kesenjangan upah. Penyesuaian pekerjaan justru dapat bergerak ke arah yang berbeda, bergantung pada karakteristik pekerjaan, struktur pasar tenaga kerja, serta kondisi ekonomi dan kelembagaan.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian terkait RBTC berkontribusi terhadap perubahan pola ketimpangan upah berdasarkan gender di Indonesia. Mobilitas pekerjaan menuju sektor dengan produktivitas lebih tinggi tidak selalu menghasilkan pemerataan upah, terutama karena terdapat perbedaan akses dan peluang antara kelompok pekerja. Penelitian ini juga menemukan bahwa pekerjaan informal memiliki peran penting dalam proses penyesuaian tenaga kerja, terutama sebagai ruang transisi bagi pekerja yang terdampak perubahan struktur pekerjaan.
Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa akses terhadap pekerjaan informal tidak terjadi secara merata. Pekerja dengan karakteristik tertentu memiliki peluang yang berbeda dalam memasuki sektor informal, sehingga menimbulkan variasi dalam pola penyesuaian tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan teknologi dalam pasar tenaga kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur pekerjaan dan kondisi sosial ekonomi yang lebih luas.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat beberapa implikasi kebijakan yang dapat menjadi perhatian. Peningkatan kualitas pekerjaan dan praktik pengupahan pada sektor dengan konsentrasi pekerja tertentu menjadi penting untuk mengurangi ketimpangan. Selain itu, perluasan perlindungan sosial bagi pekerja informal, peningkatan keterampilan, serta program pelatihan ulang (reskilling) diperlukan untuk membantu pekerja menghadapi perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai dampak perubahan teknologi terhadap pasar tenaga kerja di negara berkembang, khususnya Indonesia. Temuan penelitian menegaskan bahwa transformasi teknologi perlu diikuti dengan kebijakan yang mendukung adaptasi pekerja agar manfaat perkembangan teknologi dapat dirasakan secara lebih inklusif.
Dengan ini, dewan pimpinan sidang terbuka promosi doktor memutuskan Wulan Isfah Jamil lulus dengan predikat Sangat Memuaskan serta berhasil meraih gelar Doktor yang ke-158 Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi. Selamat kepada Dr. Wulan Isfah Jamil!

